Bangku Taman #EDISI II
Salam UnderGrunge! Terima kasih sekali lagi atas perhatian dan respon atas terbitnya Bangku Taman Edisi #1. Seperti yang harapkan bahwa newsletter ini merupakan sarana untuk berdiskusi bagi kalian yang menggemari musik Grunge dan bagi penggemar musi lainnya yang peduli dengan perkembangan dan kemajuan scene Grunge yang ada di Indonesia, karena itu segala bentuk informasi sangat diperlukan disini. Dari berbagai surat yang masuk kami simpulkan tentang topik yang diajukan pada edisi# 1 yaitu :
-
Musik Grunge sangat layak disejajarkan dengan aliran musik lainnya dalam jalur musik Underground. Hal ini bisa kita lihat dari bagaimana lirik dan perilaku para pengusung musiknya yang rata-rata bersifat memberontak terhadap tatanan yang tidak berkenan di hati mereka dan perlu untuk dirubah. Para pengusng musik Grunge banyak menjadi pelopor organisasi kemanusiaan(baca Edisi # 1).
-
Tentang mengapa banyak yang memandang sebelah mata terhadap musik Grunge disini karena mayoritas hanya menampilkan lagu-lagunya Nirvana. Kenapa kita harus memandang sebelah mata ? bukankah bebas menampilkan lagu siapa saja merupakan hak subuah band ? Dan itu merupakan suatu keberhasilan tersendiri dari Kurt Cobain sebelum ia meninggal ternyata berhasil mengkloningkan embrio musiknya pada hati setiap penggemarnya(sumber: resensi album Toilet Sound majalah 13 Zine). Dan itu merupakan kebanggaan tersendiri bagi anak-anak Grunge untuk membawakan buah pikiran Cobain yang melegenda dalam setiap pentasnya.
Tetapi jika kalian menampilkan lagunya Nirvana hanya karena bingung dan tidak tahu bagaimana bentuk musik Grunge dan siapa saja para pengusungnya maka ini ada sedikit saran yang mungkin saja ada gunanya. Pertama kalian lihat atau amati sebuah band terkenal, kalian dengar lirik dan musiknya, apabila reaksi kita setelah mendengarkan musik dan liriknya kita benar-benar terbawa dalam suasana emosional spontan maupun psychedelic(terharu,marah..dsb). Dan biasanya musik yang mengiringinya pun bersifat dominan(kasar ataupun juga rumit) maka band itu dapat kita golongkan mengusung musik Grunge. Lalu apa bedanya dengan HipMetal yang sedang naik daun dan mempunyai karakter yang menimbulkan reaksi emosional spontan yang hampir sama? Kita perhatikan juga beat-beat musiknya dan sekali lagi perhatikan lirik! karena band-band pengusung musik Grunge sebagian besar selalu membungkus suasana redup tersebut dalam lirik-lirik yang benar-benar rapi terselubung dalam puitisasi yang barangkali sangat susah untuk dimengerti apabila tidak ada penghayatan sama sekali. Kita jangan gusar apabila band-band pengusung Grunge tidak mau disebut band Grunge karena memang banyak sekali daeri mereka yang bukan berasal dari komunitas Grunge(baca: edisi# 1). Dan sebagian besar mereka hanya menampilkan sedikit lagu yang beraliran musik Grunge dalam setiap albumnya, mereka ini lebih cenderung senang di sebut mengusung musik eksperimental atau alternatif musik. Mereka ini antara lain adalah : Smashing Pumkins(R.I.P), Radio Head, Stone Temple Pilots dan lainya, yang setiap hit-hit singlenya jelas-jelas menampilkan musik beraliran Grunge. Yang paling penting adalah : Jangan pernah menampilkan musik dan lagunya NIRVANA hanya karena berpikiran sempit takut tidak ada yang akan merespon, tidak ada yang pogo, moshing dsb..ini semua demi perkembangan dan kemajuan scene Grunge sendiri!. Dan sedikit informasi lagi, walau di Inggris kurang begitu mengakui dan merespon musik Grunge(sumber: Hit Parader'Zine; interview with Bush), tetapi media disana bahkan menganggap bahwa Blur dan Oasis bukan mod tetapi beraliran British Grunge, karena banyak lagu-lagu aldalannya jelas-jelas beraliran dan mengusung musik Grunge!.
Lalu bagaimana dengan Scene Grunge Indonesia sendiri ? secara pribadi saya menanggap bahwa band Grunge terbagus(walau mereka akan menolak dengan tegas dikatakan mengusung musik grunge) adalah PLASTIK !!.. simak saja lagu-lagu mereka terutama pada album pertama yang benar-benar muram dan terbungkus dalam lirik yang sangat puitis untuk ukuran sebuah band lokal. Memang jika dibandingkan dengan scene musik Underground lainnya, kita sangat kesulitan dalam memperoleh referensi kaset-kaset Underground import yang mengusung musik Grunge. Tapi jika kamu berminat mendengarkan kamu bisa hubungi band-band berikut :
- Home Store : beraliran Alternative Grunge, terbentuk pada tahun 1997 di Hamburg. Personelnya antara lain : Chris(Vocal) dan Hendrik(Drums) kemudian pada tahun 1998 Sara(Bass) dan Annika(Gitar) ikutan gabung dan pada bagian-bagian lagu tertentu bersifat Aggressive Grunge. Jika kamu pingin dapetin albumnya kamu dapat menghubungi atau mengirim surat ke alamat : Christian Ohde Su derquerweg 159 21037 Hamburg
- Coma Town : beraliran Profesional Melodic PostGrunge, terbentuk pada tahun 1998 di Trowbridge English West Country. Personelnya antara lain : Chris Turtell(Vocal) dan Will Lunn(Drums) Richard Cappock(Bass) dan Robert Plan(Gitar). Lagu-lagu dari Coma Town menceritakan tentang kenyataan di Brithania, kegelapan/kesuraman hidup, drugs dan pengaruh lainnya juga rasa frustasi yang berkepanjangan.
Satu lagi dedengkot pengusung musik Grunge dari Seattle yaitu : Mudhoney. Modhoney adalah kelompok pengusung musik Grunge yang terkenal sangat cuek berat. Mereka baru saja merilis album jika sedang moodnya lagi memungkinkan atau pas lagi mau saja. Karya pertama dari Mudhoney adalah single "Touch Me I'm Sick" dibuat pada tahun 1989, setelah itu baru menyusul "Peace of Cake". Yang kemudian disusul oleh album My Brothers the Clow, dengan formasi lengkapnya yaitu : Dan Peters(trapset, marimba), Matt Lukin(Bass), Steve Turner(Gitar), Mark Arm(Gitar,Vocal). Selain mereka ada juga pemain musik tamu yaitu John Wahl(Harmonica) untuk lagu Orange Ball-Pen , Renestair EJ. Album ini digarap oleh Produser Jack Endino dan dibuat di the Racnh, yaitu Studio yang terletak di lantai dasar sebuah Bar di Distrik East Like, Seattle. Kemunculan grup seperti Nirvana dan Sound Garden tak bisa lepas dari jasa Mudhoney. Hubungan mereka sangat dekat dan Peters misalnya pernah ikut membantu pengerjaan lagu Slivernya Nirvana. (yoyon)