Corong Zine Issue#3 (What is
Grunge ?)
Salam Pembebasan
!!!
Pada edisi ini ada sedikit perubahan pada Newsletter ini, yang terlihat mencolok
adalah perubahan nama dari LAWAN menjadi CORONG. Hal ini di lakukan untuk
sekedar mempertegas bahwa newsletter ini adalah media perjuangan kawan-kawan
underground serta mungkin bisa menjadi salah satu media untuk memperluas wacana
tentang apa yang kita cita-citakan.
Pada
edisi ini, kami mencoba untuk mengkritisi atau membedah kembali wacana kita
tentang apa yang sering-sering di sebut "DEPRESION PEOPLE" atau biasa di sebut
"GRUNGE". Disini kami bukan maksud menggurui kawan-kawan lain yang mungkin lebih
tahu mengenai hal ini tetapi kami hanya ingin mengajak kawan-kawan lainnya untuk
berdiskusi tentang apa yang menjadi virus dan terus menggelembung didalam benak
kita tentang apa sebenarnya GRUNGE tersebut dan bagaimana memaknainya.
Kami berharap newsletter ini bisa menambah wacana kita dalam berfikir dan kami
pun mengajak kawan-kawan lain untuk bersama-sama mengembangkan wacana ini ke
arahyang lebih progesif(maju). Satu hal lagi kami menerima tulisan atau pun
sekedar hujatan dari kawan-kawan untuk kemajuan kita bersama ("Menggagas
perubahan, membangun masyarakat tanpa penindasan").
>>HISTORY OF GRUNGE
I.
Sejarah Perkembangan Musik
Pada
jaman manusia mengenal peradaban, manusia telah mengenal apa itu musik. Pada
jaman itu musik hanya berfungsi sebagai pelengkap upacara-upacara adat dan
ritual-ritual kepercayaan untuk menyembah dewa dan roh nenek moyang saja. Pada
perkembangannya, setelah memasuki peradaban manusia modern, musik mengalami
pergeseran fungsi dari sekedar pelengkap upacara-upacara adat dan berbagai macam
ritual kepercayaan dan sebagai media untuk mengekspresikan ide-ide atau pikiran
dan menjadi lahan yang subur untuk menncari uang sekaligus menjadi sebuah
profesi atau lapangan pekerjaan.
Berdasarkan definisi musik yang merupakan hasil dari ide-ide dan pikiran manusia
yang di tuangkan ke dalam sebuah susunan nada-nada yang menyatu menjadi sebuah
irama, maka musik pun mengalami perkembangan yang sangat mempengaruhi pola pikir
bahkan pola hidup manusia. Sampai saat ini sudah terdapat ratusan bahkan ribuan
jenis musik, dari yang sangat sederhana sampai dengan yang penuh distorsi.
Bahkan tidak mungkin di masa yang akan datang muncul jutaan bahkan milyaran lagi
jenis musik baru seiring dengan perkembangan jaman yang sudah barang tentu
mengubah pola pikir masyarakat dunia.
Pada edisi ini, kami akan membedah sedikit banyak tentang salah satu dari
banyaknya musik di dunia yaitu GRUNGE, karena kami anggap jenis musik ini
mempunyai peranan yang besar dalam mengubah wajah musik dunia.
II.
Penyebab Munculnya GRUNGE
Pada era 80-an muncul sebuah gerakan penolakan oleh para musisi di kota
Seattle-Washington yang lebih di kenal dengan isitilah "Seattle Sounds"
terhadap tatanan atau aturan-aturan baku dalam bermain musik bahkan etika dalam
bermain musik. Karena bagi mereka aturan tersebut sudah terlalu mengekang,
menindas bahkan membunuh kreatifitas mereka dalam mengekspresikan idealisme yang
mereka miliki ke dalam suatu bentuk syair dan aturan nada yang tertata dalam satu
kesatuan yang indah untuk di dengarkan tanpa harus berpatokan pada suatu aturan
yang baku. Bagi mereka sebuah musik bukan di nilai dari susunan iramanya tetapi
di titik beratkan dari jiwanya, tentang apa yang mereka yakini atapun yang
mereka lihat dan rasakan di lingkungan pribadi ataupun masyarakat dunia, bukan
menjadi sebuah boneka seni yang terlalu kaku bahkan terkesan terlalu dipaksakan
agar bisa di terima oleh pasar(komersil !!!).
III.
NIRVANA=GRUNGE, Apakah GRUNGE=NIRVANA?~!@
Kami kira disini harus ada sebuah pelurusan sejarah tentang bagaimana kita
memaknai GRUNGE baik dari sisi pribadi sang pangeran Cobain yang kami yakin
beliau tidak berfikiran sesempit yang selama ini kawan-kawan dunia yakini, serta
dari sisi para pengusung Grunge yang lainnya (yang kami yakin juga punya
pemikiran bahwa ini harus di luruskan). Dunia mungkin melihat bahwa Cobain
adalah Grunge tetapi apakah Cobain ingin dirinya disebut seorang Grunge ? hal
ini pun masih dalam sebuah tanda tanya besar, malah realitas yang ada Cobain
mengaku beliau adalah seorang "Punkers". Pertentangan ini mungkin bukan
saja dibicarakan pada newsletter ini, bisa jadi diseluruh dunia pun
memperdebatkannya. Kami kira tidak perlu diperpanjang lagi, mungkin kita mulai
saja membedah Grunge dari sisi "Sang Pangeran Cobain".
Cobain pada awalnya adalah seorang anak muda yang merupakan produk Broken Home
yang terbiasa dengan kehidupan jalanan. Berdasarkan referensi yang ada Cobain
berkeinginan untuk menjadi seorang musisi seperti idola remaja pada waktu itu
seperti sex pistols atau pun yang lainnya. Setelah mengalami berbagai macam
pengembaraan (kami yakin kawan-kawan disini sudah sudah tahu bagaimana
sejarah Cobain) akhirnya Cobain menemukan media untuk menumpahkan
idealismenya kedalam suatu bentuk musik, media itu adalah bandnya yang bernama
NIRVANA. Melalui Nirvana Cobain melakukan pertentangan dan perlawanan terhadap
etika yang baku dalam bermusik, terbukti dengan sounds Nirvana yang keras,
tak beraturan bahkan full of distortion, yang kalau orang awam
mendengarnya akan mengatakan...(maaf)...tetapi itulah kebebasan yang
Nirvana yakini. Tentang apakah NIRVANA adalah GRUNGE. !!!
Grunge, menawarkan sebuah kebebasan baru dengan memberikan ruang bagi para
penganutnya untuk memuntahkan idealisme, kemarahan, kekecewaan lingkungan bahkan
cinta kedalam sebuah hasil karya seni yang tidak hanya bisa dinilai dengan uang
tetapi lebih dari itu. Bukan hanya kebebasan, Grunge juga menawarkan sebuah
penolakan terhadap sebuah kemapanan yang mereka yakini akan menjebak mereka
kedalam sebuah lautan kemersilitasyang dilakukan oleh para kapitalis atau lebih
di kenal dengan Major Label.
Apabila kondisi yang terjadi ketika penganut Grunge cenderung depresif,
mungkin di karenakan oleh perkembangan Grunge yang katanya di komandoi oleh
NIRVANA dengan figur Kurt Cobain yang mati dengan sebutir peluru dikepalanya dan
sepiring cocain serta surat wasiat yang bernada 'kekalahan'. Kami
kira Kurt Cobain tewas bukan karena depresi tetapi Sang Pangeran Cobain tewas
bunuh diri karena beliau sudah jauh melenceng dari apa yang sudah diyakininya,
tentang makna dari Grunge yang anti terhadap kemapanan dan nyatanya beliau
terjebak dengan kedalam lingkaran kemapanan. Bisa jadi juga karena pengaruh
drugs yang selama hidupnya dikonsumsi setiap hari.
Sudah jelas apakah ini sebuah resistensi atau depresi, tergantung kepada
pemikiran dan cara kita memaknai arti sebuah gerak perubahan yang dinamakan
GRUNGE tersebut. Dan kami yakin kita pun punya pemikiran yang berbeda, tinggal
bagaimana kita nanti mendiskusikannya kedalam sebuah newsletter lagi atau
forum-forum lain yang tersedia di berbagai media atau malah menjadi seorang
hypocrite yang tetap berjalan dengan pemikiran sempit kita tentang apa arti
sebuah gerakan perubahan. (COBAIN WAS DEAD BUT THE DAWN OF GRUNGE STILL SHINE
).
Ini sering menjadi sebuah perdebatan yang tidak pernah mencapai suatu kesimpulan
yang memuaskan banyak pihak dan disini bukan kami punya kesimpulan tersebut
tetapi kami mencoba menawarkan sebuah pemikiran tentang apa yang Cobain yakini
dan apa yang para penganut Grunge lain yakini.
Pada awalnya Grunge lahir dari komunitas kaum seni yang tergusur oleh derasnya
arus perkembangan budaya mainstream (budaya yang sudah baku) yang
terkontaminasi oleh campur tangan orang-orang yang memanfaatkan seni tersebut
menjadi sebuah komoditi yang mengutamakan keuntungan dengan mengikuti kondisi
pasar yang ada, dengan kata lain pembunuhan idealisme seniman untuk berekspresi.
Hal ini terbukti dengan banyaknya Major Label yang menawarkan jasanya untuk
mengorbitkan seniman tersebut menjadi lebih populer dengan berbagai macam
kriteria bahkan aturan agar seniman ini lebih mempunyai harga jual tinggi di
pasaran (harga karyanya bisa jadi harga dirinya) dengan tidak
memperhatikan bagaimana keinginan sang seniman untuk mengekspresikan hasil
karyanya berdasarkan idealisme yang di yakini. Mari kita lihat Grunge dari sisi
Seattle Sounds yang lain seperti The Melvins, T.A.D, SoundGarden, Mudhoney
atau pun yang lainnya. Kami kira ini hanya permasalahan siapa yang paling
populer, yang jelas Nirvana lebih mempunyai popolaritas yang lebih dibanding
dengan band-band seattle lainnya yang juga menganut Grunge bahkan juga punya
andil besar dalam mengangkat nama Grunge ke permukaan dan sekaligus men- Grunge
- kan dunia. Oleh karena itu kami yakin kawan-kawan bisa menarik benang merah
dari pembahasan diatas yang telah kita coba bedah bersama-sama.
IV.
Grunge : Depresi atau Resistensi ?
Berdasarkan dari sejarah kemunculannya, Grunge di yakini merupakan sebuh
gerakan penolakan / perlawanan terhadap pengekangan terhadap kebebasan
berekspresi. Oleh karena itu kami mengajak kawan-kawan untuk membedahnya kembali
makna dan apa sebenarnya Grunge itu. Apakah sekedar depresi sang pangeran Cobain
atau resistensi (perlawanan) musisi-musisi Seatte Sounds.
Newsletter ini di terbitkan oleh:
Independent Youth Society,
Palembang.
Untuk Kritik, saran dan
pengiriman artikel atau sekedar hujatan kirimkan ke :
Corong Press :
Jl. May. Ruslan No.2059, 9 Ilir
Palembang Sumatra Selatan 30113
Email : corong@justice.com