|
|
"...Kurt Cobain Story (Death Is His Call
)...."
Karena kecanduan heroin, Kurt dan Courtney harus mendapat pengawasan dalam mengasuh anak. Bolak-balik masuk rehab, ternyata tubuh Kurt terlalu lemah buat nanggung akibatnya. Pada 8 April 1994, Kurt ditemukan tewas.
Awal 1992, penjualan album
Nevermind sukses berat. Order buat manggung pun makin menjadi-jadi. Di saat
yang sama berita tentang pernikahan Kurt Cobain dan Courtney Love merebak cepat. Terutama setelah mereka bertunangan di bulan Desember 1991. Padahal pasangan ini masih belum
nge-set tanggal perkawinannya.
Sebelum akhirnya menikah bulan Februari, Courtney ngasih pengakuan tentang kehamilannya. Terang aja Kurt panik dan ketakutan. Bukan lantaran pacarnya hamil duluan, tapi gara-gara heroin yang sering mereka konsumsi bareng.
Untuk nanggulangin rasa takut, pasangan ini langsung ngontak seorang dokter untuk terapi obat-obatan. Selama beberapa minggu, kedua pasangan ini harus ngejalanin terapi
detox. Terapi ini sempet bikin Kurt dan Courtney sakit, maklum mereka udah terlalu nagih heroin.
Nggak berapa lama setelah terapi, Kurt dan Nirvana tur keliling Asia Pasifik. Saat balik dari Jepang, Kurt memutuskan untuk menikah di Hawaii pada tanggal 24 Februari 1992. Lucunya nggak satu pun keluarga Kurt maupun Courtney yang hadir di sana. Pasangan ini menikah ala kadarnya. Kurt bahkan hanya memakai piyama. Sedangkan Courtney mengenakan terusan sutra antik. Nggak ada yang istimewa dari acara pernikahan mereka!
Setelah menikah, bukan berarti kebiasaan Kurt make heroin berkurang, doi malah pake secara sembunyi-sembunyi. Kebiasaan ini udah mulai tercium oleh berbagai media di Amrik. Apalagi Nirvana makin jarang naik panggung. Untuk menyangkal berita itu, perusahaan rekaman Nirvana hanya me negaskan kalo Kurt mengalami gangguan perut.
Dalam sebuah tur Nirvana bulan Juni di Eropa, Kurt lagi-lagi mengalami gangguan pada perutnya. Kali ini, ia langsung dilariin ke rumah sakit. Setelah dirawat sekitar sejaman, kondisi Kurt mulai membaik, dan dia diperbolehkan naik panggung keesokan harinya.
Sampai akhirnya di bulan Agustus, Kurt memutuskan untuk masuk rehab di RS Cedars-Sinai, Los Angeles. "Gue muntah-muntah dan harus nahan sakit perut yang luar biasa," komen Kurt soal proses rehabnya.
Pada 18 Agustus 1992, Frances Bean Cobain lahir dengan berat 3 kg. Saat itu Kurt masih dalam masa rehab. Dan pas Courtney melahirkan, Kurt jatuh pingsan karena kondisi fisiknya yang kelewat lemah.
Keesokan harinya, Kurt kabur dari rumah sakit buat beli heroin. Dalam keadaan nggak sadar ia balik lagi ke rumah sakit dan bawa pistol yang udah diisi peluru. Doi malah ngajakin Courtney buat bunuh diri bareng. Untungnya Courtney nggak langsung mengiyakan ajakan Kurt. Cewek yang punya bodi seksi ini langsung inget Frances, yang baru aja lahir.
Dua hari setelah Frances lahir, pasangan ini harus nerima kenyataan yang paling pahit. Dinas Kesejahteraan Anak menyatakan kalo pasangan ini nggak layak untuk merawat Frances, terutama karena kelakuan Kurt yang
drugs addict.
Courtney sendiri sangat terpukul dengan kejadian itu. Terlebih lagi setelah sidang memutuskan, bahwa mereka nggak boleh membesarkan Frances tanpa pengawasan pengadilan. Kurt sendiri diharuskan masuk rehab selama sebulan penuh.
Selama masa rehab, Kurt sempet terbang ke Inggris bareng Nirvana. Sayangnya konser Nirvana nggak seberapa sukses. Dan Kurt kembali masuk rehab di Marina Del Rey. Selama rehab, Kurt selalu ngerasa kesepian. Apalagi pertemuannya dengan Courtney dan Frances sangat dibatasi. Nggak jarang ia nuangin semua perasaannya ke dalam surat.
Bulan Maret 1993, Kurt dan Courtney pindah ke Seattle dan menempati sebuah rumah yang luas tanahnya sekitar 6 ribu meter. Kepindahan mereka ke Seattle ternyata membawa arti yang lebih dalam. Sebab saat itu pasangan ini akhirnya diperbolehkan merawat Frances, tanpa intervensi pengadilan.
"Being with my baby is the best drug in the world," begitu kata Kurt dalam sebuah wawancara.
OD BERKALI-KALI
Biarpun duit yang dihasilkan Kurt udah ribuan dollar, tapi penampilannya makin hari makin berantakan. Apalagi kalo bukan gara-gara pengaruh heroin. Semua orang di band udah mulai ngeh kalo Kurt pake heroin.
But there's nothing they could do!
Sepanjang tahun '92, Kurt dan Courtney menghabiskan sekitar 76 ribu dollar untuk biaya rehab mereka. Toh, biaya yang sangat besar itu nggak menghalangi Kurt buat jadi
junkie lagi. Awal Mei, Kurt kembali over dosis. Saat polisi dan tim medis datang, keadaan tubuh Kurt udah mulai membiru. Untungnya, Courtney udah mulai terbiasa dengan keadaan ini. Saat dia nemuin Kurt tergeletak, Courtney langsung ngasih valium dan nyuntikin Narcan (sejenis obat untuk nanggulangi heroin). Again,
he's lucky to be alived and breathed!
Gara-gara kejadian di bulan Mei itu, Courtney ngedesak Kurt buat manggil psikiater dan ikutan kelas konsultansi. Tapi ide tadi nggak digubris Kurt. Sebulan kemudian, Kurt terbang ke New York untuk sebuah interview bersama Jon Savage. Saat ditanya tentang pengaruh heroin terhadap hidupnya, Kurt ngasih jawaban palsu. "Gue pake heroin sekitar setahun, itu juga
on and off," ujarnya. Padahal 12 jam kemudian, Kurt ditemukan tergeletak di kamar mandi hotel akibat over dosis.
Beberapa bulan kemudian, Kurt dan Nirvana diminta tampil dalam MTV Unplugged. Entah gimana, Kurt sempet ogah tampil di acara itu. Terang aja, para petinggi MTV kebingungan. Terutama dengan kelakuan Kurt yang supermanja itu. Nih cowok minta dibeliin Kentucky Fried Chicken! Ternyata setelah makan KFC, Kurt malah muntah-muntah. Ujung-ujungnya dia minta dibeliin heroin buat penenang. Jelas aja permintaan Kurt ditolak mentah-mentah. Sebagai gantinya Kurt disuruh nenggak Valium!
Sebenernya saat syuting MTV Unplugged, perut Kurt mulai bermasalah lagi. Yang dimuntahkan bukan hanya makanan tapi juga darah. Beberapa dokter memberi diagnosa yang berbeda-beda. Sampe Kurt memutuskan untuk menggunakan heroin untuk menghilangkan rasa sakit pada perutnya.
Awal 1994, Iris Cobain, nenek Kurt masuk rumah sakit di Seattle. Boleh dibilang Kurt punya ikatan yang kuat dengan Iris. Berkat Iris jugalah, Kurt mulai berbicara lagi dengan Don, ayahnya. Kejadian ini punya makna tersendiri buat keluarga Cobain. Don dan Kurt mulai terlihat memperbaiki hubungan mereka, walaupun hanya lewat kabel telpon.
MENJEMPUT KEMATIAN
Tanggal 8 April 1994, seorang teknisi listrik datang ke rumah Kurt di Lake Washington Boulevard untuk merenovasi sistem alarm. Namun kemudian terjadi kepanikan, karena teknisi tadi malah menemukan tubuh Kurt yang udah nggak bernyawa.
Kurt ditemukan tewas dengan keadaan mengenaskan. Sebuah tembakan melubangi kepalanya. Dugaan keras yang muncul saat itu: Kurt berusaha bunuh diri. Hasil otopsi membuktikan bahwa kadar heroin yang ada dalam darah Kurt kelewat tinggi.
Nggak ada kalimat yang bisa menggambarkan betapa hancurnya perasaan Courtney, Wendy, dan Kim saat mendengar berita kematian Kurt. Saat itu nggak ada satu pun di antara mereka yang berada di dekat Kurt.
Kematian cowok yang dianggap sebagai dewa grunge itu tersebar dengan cepat. Courtney yang tengah menjalani rehab di LA langsung terbang ke Seattle bersama Frances. Berdiri di samping mayat Kurt, ibu muda itu hanya bisa menahan nafas dan menyentuh tubuh suaminya.
Why? Satu kata yang berkali-kali diucapkan oleh Courtney.
Ribuan orang hadir dengan membawa lilin, bunga, serta baju flanel di Seattle Flag Center. Sebelum dikremasi keesokan harinya, mayat Kurt disemayamkan di gereja Unity, Seattle. Akhirnya Courtney menguburkan sebagian abu Kurt di bawah pohon Willow di depan rumah mereka.
Lima tahun kemudian, Wendy Cobain membuat upacara kecil untuk memperingati kematian anaknya. Sisa abu Kurt disebarkan oleh Frances di belakang rumah keluarga Cobain.
"Like Hamlet, I have to choose between life and
death." Begitu suatu kali ia pernah menulis. Dan, ia memilih yang kedua. The young talented musician has joined his suicide buddies as Janis Joplin and Hendrix!
(Tari, dari Heavier Than Heaven: A Biography of Kurt Cobain, by Charles R.
Cross)
Fuck Copyright ©
2002 TotalFeedBack WebZine. All rights reserved.
|
|